PROSES TERJADINYA KEHAMILAN

Proses terjadinya kehamilan dimulai dari awal siklus menstruasi wanita FSH atau Folikel Stimulating Hormon yang merangsang beberapa folikel menjadi matang dalam kisaran waktu kurang lebih 2 minggu. Selanjutnya sel telur akan lepas dari indung telur dan dikenal dengan istilah ovulasi. Sel telur yang telah matang tersebut selanjutnya akan ditangkap oleh fimbrae. Selanjutnya akan menuju ke saluran telur atau tuba fallopi. Di tempat tersebut, sel telur akan menunggu kedatangan sperma untuk membuahinya. Jika sperma masuk ke dalam tuba falopi, sperma akan bertemu dengan sel telur yang sedang matang atau ovum dan terjadilah pembuahan sel telur atau yang dikenal dengan istilah konsepsi atau fertilitas. Sel telur yang telah berhasil dibuahi sperma akan membelah diri dan bergerak kembali menuju ke dalam ringga rahim dan selanjutnya melekat pada mukosa  rahim dan melakukan proses menetap atau disebut dengan istilah nidasi/implemetasi. Sel telur yang telah melekat tersebut selanjutnya akan terus tumbuh dan berkembang dan membentuk rambut-rambut halus yang berfungsi menyerap gizi ke dalam rahim sebagai sumber energi dalam menjamin pertumbuhannya. Pada hari kelima, sel telur tadi keluar dari indung telur dan mulai membentuk syaraf. Selanjutnya, janin akan membentuk otak dan sumsum dan dilanjutkan dengan terbentuknya jantung, otot sampai ke pembuluh darah. Sementara itu, di dalam rahim akan terbentuk plasenta yang berperan selayaknya selimut dan menutupi tubuh janin. Plasenta mengandung pembuluh darah ibu atau maternal dan juga embrio. Melalui plasenta tersebutlah, janin atau embrio mendapatkan nutrisi dari ibunya. Melalui organ ini pula terjadi pertukaran gas respirasi dan juga pembuangan limbah hasil metabolisme janin. Sehingga plasenta dianggap sebagai jembatan yang menyatukan ibu dan bayi yang dikandungnya. Proses terjadinya kehamilan selanjutnya adalah perkembangan janin menjadi bayi. Biasanya janin akan dideteksi pada usia 3 minggu. Dalam kehamilan dibagi ke dalam 3 tahapan, yaitu trimester pertama, trimester kedua, dan trimester ketiga (Prawirohardjo, 2008).

Comments

Popular posts from this blog

ANTENATAL CARE

10 TANDA BAHAYA KEHAMILAN